Scroll to top

Keranjang Belanja

Holy Anger
Mengatasi Kemarahan

Kamis, 15 Sep 2022, 14:49:42 WIB / By David Mafazi

Holy Anger

Setelah kemarin kita bahas tentang marah-marah, sekarang kita akan bahas bagaimana caranya supaya kita tidak mudah tersulut emosinya. Saya merupakan orang yang tidak mudah tersulut emosinya. Tidak punya emosi malahan, kayak orang rusia. Kalau ditanya apa rahasianya? Ya gak tahu, bawaan dari lahir. Lalu Saya memutuskan untuk bersemedi. Anda heran kenapa ada orang yang gak marahan, saya juga heran kenapa ada orang yang gampang marah. Selow saja lagi, hidup itu santai. Hidup sudah keras, gak perlu dipersulit lagi. Marah itu seperti memberikan hukuman kepada diri kita atas kesalahan orang lain. Bagaimana caranya supaya tidak seperti menginjak gas dan rem secara bersamaan? Saya kembali baca-baca buku tentang manajemen emosi. Lalu Saya menemukan yang paling pas. Intinya akan Saya ceritakan dibawah ini.

Setelah Saya wawancara puluhan orang (walaupun gak bisa dibilang sebuah karya ilmiah, toh gak dijadikan jurnal penelitian), dapat disimpulkan bahwa orang marah karena orang lain melakukan kesalahan. Sesuatu yang seharusnya tidak dilakukannya. Kerusakan akibat kesalahan orang lain, kebodohan yang terjadi, memancing-mancing marah, sengaja membuat marah, ngegodain, gangguin, karena malu mengakui kesalahan dan lain sebagainya.

Saya sendiri tidak pernah marah karena aku merasa kasian.

·         Kasian kenapa orang sebesar itu, setua itu masih melakukan kesalahan (kalau aku seharusnya marah karena orang lain melakukan kesalahan)

·         kebodohan hal ini masuk kategori kelalaian. Kasian sudah umur 29 tahun melakukan kesalahan yang Saya lakukan saat umur Saya masih 20 tahun.

·         Memancing marah: kalau sengaja membuat saya marah kenapa diladenin sih? Ngabisin tenaga saja

·         Sengaja membuat marah: ini misal dia mau melangkahi kita. Bisa kebijakan, atau hal lainnya. Misal kita supplier, terus orangnya langsung ke end user. Kenapa end user kita yang kita marahin? Harusnya kita beri pengertian kepada produsen bahwa seharusnya jual ke supplier biar tidak pusing jual eceran, kita sebagai supplier hanya ingin membantu. Ingat ya membantu, bukan “cari untung segede gajah”. Kalau itu namanya mafia.

·         Ngegodain: misal di catcalling. Apa itu catcalling? Manggil-manggil perempuan yang lewat di depan tanpa tujuan jelas. Itu tidak bermoral bung, kalau niatnya bercanda Anda itu bodoh karena gak bisa membuat bahan bercandaan yang lebih berkelas. Kalau dalam ranah lainnya, misal kakak godain adeknya, ya godain balik. Kalau gak isa godain balik berarti Anda kurang cerdas.

·         Kalau Anda digangguin, gangguin balik, kalau gak isa saat itu, kapan-kapan gangguin balik. Gak usah marah marah. Air balas air, batu balas batu. Jangan batu dibalas air.

·         Nah, ini sering terjadi di Indonesia. Kalau ada kecelakaan lalu lintas, biasanya yang salah itu lebih galak daripada yang disalahi. Ini karena ia takut. Manusia itu punya insting fight or run. Bertarung atau lari. Jadi karena tahu dia melakukan kesalahan, lalu merasa bahwa dirinya terancam, lalu melakukan pertahanan diri. Pertahanan dirinya ada 2 itu, lawan atau lari. Nah marah-marah ini termasuk pada kategori fight. Itulah mengapa orang yang salah, malah marah-marah. Karena dia merasa bersalah dan merasa dirinya terancam. Ya terancam karena gak punya uang ganti bemper mobil yang ditabraknya, dan lain sebagainya. Ya kalau berbuat ya berani tanggung jawab. Jangan lari dari tanggung jawab. Hati-hati. Gak mau kecelakaan ya mengendarai dengan bijak, jangan menerobos lampu merah.

Jadi Intinya Saya tidak pernah marah karena Saya selalu merasa kasian sama orang lain, uda sebesar itu masih tidak bermoral, sudah sebesar itu tidak punya etika, sudah sebesar itu tidak bisa memprediksi kesalahan.


Silahkan Login untuk memberikan Komentar...